Teh dapat ditemukan di mana saja, mulai dari warteg, restoran, kafe, kantor, atau bahkan di rumah anda sendiri. Karena umum ditemui dan dapat dibeli dengan harga terjangkau, teh sering dianggap remeh orang. Teh dianggap hanya sebagai minuman yang pahit, bisa pula manis-manis dingin, atau sekedar minuman untuk menghangatkan tubuh.
Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan produk-produk minuman ringan yang membawa nama teh seperti Zeztea yang katanya minuman teh hijau menyehatkan, Fruit Tea yang katanya minuman ‘teh rasa buah’, dan berbagai produk minuman ‘teh’ botolan lainnya. Tidak sedikit yang menambahkan embel-embel ’sehat’, ‘menyegarkan’, dan ‘pakai madu’ pada produknya supaya dilirik pasar. Apakah anda juga penikmat minuman teh botolan itu? Pernah memperhatikan rasa-rasa dari sekian banyak produk tersebut? Ada satu hal yang pasti dari hampir semua produk teh botolan, yaitu mempunyai kadar gula yang cukup banyak. Rasa manis menjadi andalan para produsen teh botolan untuk menggaet konsumen. Ya, rasa apalagi yang paling digemari oleh konsumen kalau bukan rasa manis? Membuat minuman ringan tanpa gula bagaikan restoran yang menyajikan hidangannya tanpa penyedap rasa. Prinsipnya mudah: “Tidak enak, ya tidak laku”. (lagi…)