winerwin

Masukan dari Januari 2007

Teh, bukan sembarang minuman!

Januari 28, 2007 · & Komentar

Teh dapat ditemukan di mana saja, mulai dari warteg, restoran, kafe, kantor, atau bahkan di rumah anda sendiri. Karena umum ditemui dan dapat dibeli dengan harga terjangkau, teh sering dianggap remeh orang. Teh dianggap hanya sebagai minuman yang pahit, bisa pula manis-manis dingin, atau sekedar minuman untuk menghangatkan tubuh.

Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan produk-produk minuman ringan yang membawa nama teh seperti Zeztea yang katanya minuman teh hijau menyehatkan, Fruit Tea yang katanya minuman ‘teh rasa buah’, dan berbagai produk minuman ‘teh’ botolan lainnya. Tidak sedikit yang menambahkan embel-embel ’sehat’, ‘menyegarkan’, dan ‘pakai madu’ pada produknya supaya dilirik pasar. Apakah anda juga penikmat minuman teh botolan itu? Pernah memperhatikan rasa-rasa dari sekian banyak produk tersebut? Ada satu hal yang pasti dari hampir semua produk teh botolan, yaitu mempunyai kadar gula yang cukup banyak. Rasa manis menjadi andalan para produsen teh botolan untuk menggaet konsumen. Ya, rasa apalagi yang paling digemari oleh konsumen kalau bukan rasa manis? Membuat minuman ringan tanpa gula bagaikan restoran yang menyajikan hidangannya tanpa penyedap rasa. Prinsipnya mudah: “Tidak enak, ya tidak laku”. (lagi…)

Kategori: Uncategorized

Tidak Lagi Menampilkan Jumlah Pengunjung

Januari 24, 2007 · & Komentar

Sejak hari ini blog saya tidak lagi menampilkan angka-angka yang menunjukkan jumlah pendatang. Alasannya tentu bukan hanya keterbatasan pengunjung blog saya yang masih baru ini :D .

Tentu sudah akrab dalam pikiran untuk memberi ‘cap’ bagus atau tidak bagus suatu blog dengan menengok jumlah pendatang yang ‘melihat’ blog tersebut. Padahal pendatang yang ‘melihat’ blog itu mungkin saja hanya tersasar dari search engine google atau terpencet link orang lain. Setiap link yang muncul pada hasil pencarian tinggal klik tengah saja maka muncul tab-tab baru yang jumlahnya bisa lebih dari 10. Kemungkinan sangat besar jika pengunjung itu membuka sebuah blog, lalu hanya melihat sepintas sudah langsung ditutup tanpa membacanya karena dipikir tidak sesuai dengan minat.

Saya tidak ingin pengunjung menilai bagus atau jeleknya isi blog hanya dengan melihat jumlah pendatangnya. Memang benar jumlah pengunjung yang banyak bisa berarti blog itu diminati banyak orang karena daya tarik dari ‘content’ blog tersebut. Tidak benar jika jumlah pengunjung yang sedikit berarti blog itu tidak bagus dan tidak usah dibaca. Karena sesungguhnya yang utama dari sebuah blog adalah informasi apa yang diberikan blog itu; sebagaimana karena mengutamakan ‘content’ dari sebuah website maka diciptakanlah ‘newsfeed’ untuk membantu memberi percepatan dalam membaca informasi bermutu yang jumlahnya tidak sedikit.

Cukuplah angka-angka yang mencatat jumlah pendatang menjadi referensi si pemilik blog pribadi. Supaya si pemilik bisa tahu bagaimana perkembangan blognya, apakah sudah cukup terkenal atau tidak. Bagaimana dengan anda? Masih tetap memasang penghitung pengunjung?

Kategori: Uncategorized

Taktik Mengelola Bandwith Dari Rapidshare

Januari 20, 2007 · & Komentar

Sebagai penyedia layanan penyimpanan file online yang terbesar, rapidshare (baik.com maupun .de) mempunyai taktik tersendiri untuk menjaga agar bandwith yang dimilikinya tidak tekor. Sudah hal yang biasa jika suatu website dikuras habis bandwithnya, baik oleh program-program jahat maupun karena banyaknya orang yang mengakses site tersebut. Seperti yang anda ketahui, rapidshare menyediakan layanan berbayar dengan sebuah account premium. Jika anda mempunyai account premium, maka anda dapat melakukan direct download dari website rapidshare tanpa harus mengisi captcha, dapat di-resume kapan saja, dan dapat mendownload banyak file sekaligus.

Menjadi masalah jika si empunya account menyalahgunakan account-nya dengan men-’share’ ID dan passwordnya, sehingga setiap orang bisa log-in dan melakukan premium download sepuasnya. Pernah terpikir, bagaimana jika dalam sebuah komunitas online, misalnya forum atau mailing-list, ada satu orang yang membagikan ID dan password rapidshare ke anggotanya sehingga layanan premium download itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam waktu 1 bulan (premium account ada batasan waktu, tapi tidak ada batasan banyak download). Lalu setelah masa berlaku premium account itu habis, orang lain akan bergantian membagikan ID dan passwordnya kembali. Terus menerus sehingga tercipta simbiosis yang menguntungkan.

(lagi…)

Kategori: Uncategorized

Wah, Ada yang Lagi Nerbangin Pesawat!

Januari 17, 2007 · & Komentar

Dalam perjalanan pulang, saya melewati lapangan sepak bola yang miskin rumput dan berdebu. Terdengar suara berisik, “Ngeeeeeengggg….” yang sangat mirip dengan mesin pisau pemotong rumput. Langsung saya mencari sumber keberisikan tersebut; terlihat kerumunan anak SMP, jumlahnya sekitar 8 orang mengitari dua orang pemuda yang sedang memutar-mutar motor kecil baling-baling pesawat terbang mainan. Untuk menyalakan mesin itu dibutuhkan suatu alat berbentuk mirip obeng yang dicolokkan ke samping mesin (alat ini ternyata bisa juga digantikan dengan batu baterai), kemudian baling-baling diputar dengan sentakan tangan berkali-kali sampai motor menyala.

“Ngeeeeeeengggg….!!!” Mesin pun menyala dengan suara memekakan telinga dan mengangkat debu tanah merah dibelakangnya. Seorang pemuda berlari ke tengah lapangan yang telah ditandai dengan batu, mengangkat tongkat yang ternyata telah diikatkan dua buah kawat kecil ke sayap kiri pesawat terbang itu. Seorang lagi yang sedang menahan pesawat yang sudah ingin terbang itu kemudian mengambil ancang-ancang di tanah untuk melepaskan pesawat. Yak pesawat telah dilepaskan! Pesawat pun dengan cepat melaju dan dalam waktu singkat sudah mengudara dan terbang mengelilingi si pemegang tongkat di tengah lapangan. Unik sekali cara ini. Saya pernah membaca di sebuah koran bahwa permainan pesawat terbang ini dikendalikan dengan sebuah remot kontrol, namun kali ini pemuda itu hanya mengikat salah satu sayap pesawat ke sebuah tongkat yang ia pegang, sehingga pesawat tidak akan terbang kemana-mana dan menabrak sesuatu, mengingat keterbatasan luas lapangan bola tersebut. Menarik!

Hal yang menarik lagi, kedua pemuda itu dengan ramah menawarkan anak-anak SMP yang menonton mereka untuk ikut memegang tongkat; berputar-putar mengikuti pergerakan pesawat sambil sesekali mengangkat tongkat untuk menaikkan ketinggian pesawat, dan jika beruntung pesawat akan bersalto di udara! Rupanya pemuda itu juga senang melihat anak-anak SMP itu tertawa riang.. yah istilahnya sama-sama senang deh!

Kategori: Uncategorized

Adam Air, Korban Sabotase?

Januari 12, 2007 · & Komentar

Dikutip dari http://www.liputan6.com/view/3,135649,1,0,1.html

Tapi tak semua pegawai Adam Air berpendapat miring. Contohnya sejumlah pilot Adam Air di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menyangkal adanya paksaan manajemen untuk menerbangkan pesawat meski cuaca buruk atau pesawat dalam kondisi tidak siap terbang.

Sudah sering anda dengar, “Adam Air hanya ingin cari untung saja, pesawat Adam Air bekas semua dan tidak terawat, pesawat tidak siap terbang (karena onderdil cacat/cuaca buruk) dipaksakan terbang, pantas harganya murah.”

Sebaiknya anda jangan langsung termakan kabar-kabar itu. Kabar buruk memang lebih mudah terekam di otak manusia, sebagai sistem perlindungan tubuh untuk tidak mendapatkan resiko yang fatal. Perhatikan kutipan di awal paragraf. Tidak semua pegawai Adam Air merasa kualitas pelayanan Adam Air seburuk yang anda dengar. Ada kemungkinan Adam Air telah disabotase oleh pihak-pihak yang merasa tersaingi oleh Adam Air dengan tiket murahnya. Bukan tidak mungkin kecelakaan ini adalah sabotase. Bukan tidak mungkin pihak-pihak antagonis tersebut berkonspirasi dengan teknisi dan pilot-pilot Adam Air yang kini telah keluar dari Adam Air (walaupun masa kontrak belum habis) dengan alasan pihak manajemen Adam Air memaksakan terbang pesawat yang tidak siap tebang.

Segala sesuatu pasti ada resikonya. Naik pesawat resiko jatuh, naik kapal laut resiko tenggelam, naik kereta api resiko tabrakan, naik mobil resiko tabrakan juga, naik motor resiko terserempet, jalan kaki pun resiko ditabrak. Bagaimanapun, untuk jarak jauh kendaraan pesawat adalah jenis yang teraman. Tidak perlu risau berlebihan. Jika memang sudah takdir anda, bukankah tidur pun bisa meninggal?

Kategori: Uncategorized

Kenapa Saya Memilih Blog

Januari 8, 2007 · & Komentar

Dulu sempat terpikir oleh saya untuk menghapus langganan koneksi internet di rumah dan menggantinya dengan mode dial-up saja. Saya pikir itu cukup untuk membuka wikipedia, dan beberapa website berita lokal yang cepat di-load. Alasan utamanya apalagi kalau bukan harganya yang selangit. Sudah begitu, bandwith juga sangat seret, membuat saya enggan membuka website internasional yang pada umumnya kaya akan flash, video plug-in, images (menunggu waktu loading sama dengan pemborosan waktu bukan?). Alasan lainnya adalah kejenuhan. Bosan karena tidak ada website menarik yang sesuai dengan kecepatan koneksi saya: kaya akan informasi dan cepat di load alias website yang mempunyai porsi text dominan. Saya sudah menjajal berbagai forum komunitas, pada awalnya saya merasa tertarik dengan beberapa forum, tapi ternyata lama-kelamaan terasa membosankan juga karena saya menemukan banyak thread-thread tidak bermutu dan reply-reply junk. Saya juga sudah mencoba beberapa maling-list untuk mencari alternatif suasana, ternyata di mailing-list saya menemukan lebih banyak lagi reply-reply junk!

(lagi…)

Kategori: Uncategorized

Yang Saya Benci dari Musik “Pop”

Januari 3, 2007 · & Komentar

Musik dengan genre pop. Ya! Dari namanya saja, ‘popular’, kita bisa menebak seperti apa kira-kira bunyi musik dengan genre ini. Tipikal musik pop adalah mengandalkan reff yang mempunyai rangkaian nada yang dianggap bagus/keren, dengan nada pembuka yang biasanya dipelan-pelankan, dan ada nada selingan di tengah-tengah komposisi lagunya yang di ‘kres-kres’ kan, sekedar selingan agar pendengar tetap ‘tidak bosan’ dan setia mendengarkan lagu indoktrinisasi tersebut. Musik pop adalah musik yang paling cepat naik daun dan paling cepat pula turun pamornya di masyarakat. Mengapa demikian? (lagi…)

Kategori: Uncategorized