Dikutip dari http://www.liputan6.com/view/3,135649,1,0,1.html
Tapi tak semua pegawai Adam Air berpendapat miring. Contohnya sejumlah pilot Adam Air di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menyangkal adanya paksaan manajemen untuk menerbangkan pesawat meski cuaca buruk atau pesawat dalam kondisi tidak siap terbang.
Sudah sering anda dengar, “Adam Air hanya ingin cari untung saja, pesawat Adam Air bekas semua dan tidak terawat, pesawat tidak siap terbang (karena onderdil cacat/cuaca buruk) dipaksakan terbang, pantas harganya murah.”
Sebaiknya anda jangan langsung termakan kabar-kabar itu. Kabar buruk memang lebih mudah terekam di otak manusia, sebagai sistem perlindungan tubuh untuk tidak mendapatkan resiko yang fatal. Perhatikan kutipan di awal paragraf. Tidak semua pegawai Adam Air merasa kualitas pelayanan Adam Air seburuk yang anda dengar. Ada kemungkinan Adam Air telah disabotase oleh pihak-pihak yang merasa tersaingi oleh Adam Air dengan tiket murahnya. Bukan tidak mungkin kecelakaan ini adalah sabotase. Bukan tidak mungkin pihak-pihak antagonis tersebut berkonspirasi dengan teknisi dan pilot-pilot Adam Air yang kini telah keluar dari Adam Air (walaupun masa kontrak belum habis) dengan alasan pihak manajemen Adam Air memaksakan terbang pesawat yang tidak siap tebang.
Segala sesuatu pasti ada resikonya. Naik pesawat resiko jatuh, naik kapal laut resiko tenggelam, naik kereta api resiko tabrakan, naik mobil resiko tabrakan juga, naik motor resiko terserempet, jalan kaki pun resiko ditabrak. Bagaimanapun, untuk jarak jauh kendaraan pesawat adalah jenis yang teraman. Tidak perlu risau berlebihan. Jika memang sudah takdir anda, bukankah tidur pun bisa meninggal?
7 tanggapan so far ↓
Nur Aini Rakhmawati // Januari 12, 2007 pada 9:58 am |
kalau ada berita terbaru ttg adam air segera tulis di blog ya
kadang2 site Indo g bs diakses dari sini
helgeduelbek // Januari 12, 2007 pada 10:47 am |
Bisnis yang benar2 mempertaruhkan nyawa manusia… jika semua tidak sesuai dengan standar keamanan. Berprinsip wis… gak popo…
senja // Januari 14, 2007 pada 8:35 am |
ada beberapa fakta baru tentang adam air di tempo minggu ini. salah satunya rada sering menyepelekan masalah teknis seperti transit dan jalur lalin. hahaha, saya juga g tau yang bener yang mana…
passya // Januari 14, 2007 pada 9:32 am |
semuanya serba praduga. duga=hanya perkiraan pra=sebelum. duh lemahnya….
Anang // Januari 14, 2007 pada 1:12 pm |
iya ini kan masih dugaan saja… semua bebas beropini kan? sapa tau memang kecelakaan biasa.. kesamber petir? tunggu black box ketemu dulu…
petroek // Januari 29, 2007 pada 3:21 am |
bencana apapun, kecelakaan apapun pokokny apapun yg bisa buat kita cedera, lumpuh bahkan mati sekalipun, ujungnya cuma satu… sudah TAKDIR!!
NISA // Februari 12, 2007 pada 4:23 am |
sebelum kita melangkah lebih dulu kita serahkan jiwa dan raga kita kepada Tuhan. sebab kita tidak tau kapan kita diijinkan untuk beristirahat untuk selamanya. disamping itu dalam kehidupan kita marilah kita saling mengasihi,saling memaafkan,berbuatlah yang baik kepada sesama.