Dalam perjalanan pulang, saya melewati lapangan sepak bola yang miskin rumput dan berdebu. Terdengar suara berisik, “Ngeeeeeengggg….” yang sangat mirip dengan mesin pisau pemotong rumput. Langsung saya mencari sumber keberisikan tersebut; terlihat kerumunan anak SMP, jumlahnya sekitar 8 orang mengitari dua orang pemuda yang sedang memutar-mutar motor kecil baling-baling pesawat terbang mainan. Untuk menyalakan mesin itu dibutuhkan suatu alat berbentuk mirip obeng yang dicolokkan ke samping mesin (alat ini ternyata bisa juga digantikan dengan batu baterai), kemudian baling-baling diputar dengan sentakan tangan berkali-kali sampai motor menyala.
“Ngeeeeeeengggg….!!!” Mesin pun menyala dengan suara memekakan telinga dan mengangkat debu tanah merah dibelakangnya. Seorang pemuda berlari ke tengah lapangan yang telah ditandai dengan batu, mengangkat tongkat yang ternyata telah diikatkan dua buah kawat kecil ke sayap kiri pesawat terbang itu. Seorang lagi yang sedang menahan pesawat yang sudah ingin terbang itu kemudian mengambil ancang-ancang di tanah untuk melepaskan pesawat. Yak pesawat telah dilepaskan! Pesawat pun dengan cepat melaju dan dalam waktu singkat sudah mengudara dan terbang mengelilingi si pemegang tongkat di tengah lapangan. Unik sekali cara ini. Saya pernah membaca di sebuah koran bahwa permainan pesawat terbang ini dikendalikan dengan sebuah remot kontrol, namun kali ini pemuda itu hanya mengikat salah satu sayap pesawat ke sebuah tongkat yang ia pegang, sehingga pesawat tidak akan terbang kemana-mana dan menabrak sesuatu, mengingat keterbatasan luas lapangan bola tersebut. Menarik!
Hal yang menarik lagi, kedua pemuda itu dengan ramah menawarkan anak-anak SMP yang menonton mereka untuk ikut memegang tongkat; berputar-putar mengikuti pergerakan pesawat sambil sesekali mengangkat tongkat untuk menaikkan ketinggian pesawat, dan jika beruntung pesawat akan bersalto di udara! Rupanya pemuda itu juga senang melihat anak-anak SMP itu tertawa riang.. yah istilahnya sama-sama senang deh!
2 tanggapan so far ↓
lantip // Januari 18, 2007 pada 2:45 am |
wah! menyenangkaaannn..
saya jadi inget, pernah mimpi dikejar-kejar pesawat remote control (padahal kayaknya waktu saya kecil pesawat remote control belum njamani).. kalo diiket gitu lebih aman pasti.
kalaupun jatuh, nggak perlu ngubek-ubek laut sampe harus manggil bantuan dari amrik. wahihihi
priyadi // Februari 6, 2007 pada 10:04 am |
Hmm denger ceritanya aja dah keliatan asyik nech,jadi pengen punya pesawatnya,klo ada yang tau jenis / spec pesawat nya beserta harganya,mohon kirim ke email saya di priyadi78@yahoo.com siapa tau ntar malah jadi bisnis sampingan .. bisa2 bisa buat beli pesawat betulan … hehehe