winerwin

Taktik Mengelola Bandwith Dari Rapidshare

Januari 20, 2007 · 9 Tanggapan

Sebagai penyedia layanan penyimpanan file online yang terbesar, rapidshare (baik.com maupun .de) mempunyai taktik tersendiri untuk menjaga agar bandwith yang dimilikinya tidak tekor. Sudah hal yang biasa jika suatu website dikuras habis bandwithnya, baik oleh program-program jahat maupun karena banyaknya orang yang mengakses site tersebut. Seperti yang anda ketahui, rapidshare menyediakan layanan berbayar dengan sebuah account premium. Jika anda mempunyai account premium, maka anda dapat melakukan direct download dari website rapidshare tanpa harus mengisi captcha, dapat di-resume kapan saja, dan dapat mendownload banyak file sekaligus.

Menjadi masalah jika si empunya account menyalahgunakan account-nya dengan men-’share’ ID dan passwordnya, sehingga setiap orang bisa log-in dan melakukan premium download sepuasnya. Pernah terpikir, bagaimana jika dalam sebuah komunitas online, misalnya forum atau mailing-list, ada satu orang yang membagikan ID dan password rapidshare ke anggotanya sehingga layanan premium download itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam waktu 1 bulan (premium account ada batasan waktu, tapi tidak ada batasan banyak download). Lalu setelah masa berlaku premium account itu habis, orang lain akan bergantian membagikan ID dan passwordnya kembali. Terus menerus sehingga tercipta simbiosis yang menguntungkan.

Namun pihak rapidshare sudah mempertimbangkan hal ini dan mempunyai taktik sehingga tidak mungkin satu orang akan menyebarkan accountnya ke banyak orang lainnya ke sebuah komunitas online. Taktik itu adalah dengan memanfaatkan salah satu sifat dasar manusia, “egois”.

Seperti terlihat pada gambar, rapidshare menyediakan akses ganti password yang sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja dengan cepat. Asalkan anda sudah log-in dengan premium account anda, sudah tinggal mengisi email address (tidak fix kepada email si pembeli account) dan tinggal memasukan password baru.

Karena adalah tidak mungkin seseorang yang sudah mendapatkan informasi ID dan password dari sebuah komunitas online untuk tidak memanfaatkan fasilitas ganti password tersebut. Selalu berlaku pikiran, “Jika saya tidak ganti passwordnya, ya orang lain yang akan ganti passwordnya”. Ya, power tends to corrupt.

Tidak tahu dengan penyedia layanan file hosting lainnya, apakah juga menggunakan taktik semacam ini, tapi sepertinya juga ya. Karena saya sendiri juga pernah mendapatkan account rapidshare saja dari sebuah forum online, dan memang account yang dibagikan itu terbukti tidak bertahan lama. Selalu saja ada yang mengganti password sehingga tidak ada lagi yang mau berbagi account.

Kategori: Uncategorized

9 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar