winerwin

Imlek 2558: Indonesia Bersatu!

Februari 18, 2007 · & Komentar

Indonesia telah resmi keluar dari diskriminasi etnis sejak pertengahan tahun 2006 dengan dicabutnya peraturan pemerintah yang mendiskriminasi. Kini, Imlek lega dilaksanakan di negri Nusantara ini. Imlek menjadi hari libur nasional, acara-acara perayaan Imlek yang kental pun terlaksana dimana-mana. Sangat meriah! Etnis Tionghoa memang sebenarnya sejak dulu kala bergaul akrab dengan penduduk Pribumi. Terlihat jelas banyak tokoh-tokoh Tionghoa yang turut mati-matian membela tanah air untuk melepaskan diri dari tangan penjajahan. Penduduk Pribumi dan pendatang Tionghoa adalah sama: sama-sama menderita akibat penjajahan, sama-sama berjuang hingga tetes darah penghabisan demi kemerdekaan Indonesia. Hanya pada zaman orde baru saja dimulai pendiskriminasian etnis yang sangat tidak adil. Untunglah Gus Dur berani bertindak revolusioner dengan melepas pengekangan yang kuat terhadap etnis Tionghoa tersebut.

Kini zaman dimana negara-negara di dunia terus bersaing ketat. Yang tekun bekerja mati-matian akan menang, yang malas-malasan atau bahkan saling menghancurkan di negaranya akan tertinggal jauh. Diskriminasi etnis sudah seharusnya hilang dari pikiran masyarakat Indonesia. Bukankah motto negara kita adalah “Bhineka Tunggal Ika”? Biarpun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Pehatikan, biarpun di Indonesia dari Sabang sampai Merauke tersebar ratusan etnis, dimana etnis Tionghoa adalah salah satu dari sekian banyak itu, Indonesia tetap harus bersatu. Mendiskriminasi adalah penyakit yang sama sekali harus dibrantas. Paling penting, jangan melakukan generalisasi. Ada seseorang dari etnis tertentu yang sikapnya tidak mengenakan kita, oke dia tidak perlu kita beri simpati, tapi jangan sampai orang itu mengubah keseluruhan persepsi kita tentang suatu etnis. Jangan sekali-kali.

Diskriminasi hanya menyebabkan ketegangan yang tidak menentramkan hati, tenaga yang seharusnya bisa dipakai untuk hal-hal produktif yang membangun bangsa disia-siakan dengan tindakan ofensif. Mari kita katakan tidak terhadap semua diskriminasi. Betul, jika anda tidak ingin didiskriminasi, jangan mendiskriminasi. Mari kita besatu-padu membangun bangsa dan menuju Indonesia bersatu!

Gong Xi Fat Choi! Semoga di tahun baru ini anda senantiasa memperoleh kemakmuran!

Kategori: Uncategorized

2 tanggapan so far ↓

  • Ancilla // Februari 19, 2007 pada 6:51 pm | Balas

    Artikel Anda mengenai Indonesia Bersatu bagus sekali! Saya setuju. Perbedaan antar etnis, budaya, kebiasaan, bahasa dll semuanya harus diterobos kalau memang Indonesia mau maju. Kita harus bisa melihat BEYOND hal-hal yg sifatnya lahiriah tersebut kalau memang bangsa ini menginginkan persatuan. Memang sepertinya muluk dan merupakan perjalanan panjang ke depan, tapi bisa dimulai dari diri saya sendiri maupun Anda. Bila setiap orang memiliki kesadaran seperti ini, bukanlah sesuatu yg tidak mungkin bila Indonesia bisa memiliki rasa persatuan dan kekeluargaan dan keakraban yg tinggi antar sesama bangsa seperti bangsa Korea misalnya, sekalipun etnis kita beranekaragam. Anggaplah keanekaragaman ini bukan sebagai perbedaan, tapi sebagai warna-warni indah bangsa kita. Bila warna tersebut berdiri sendiri, tentu terlihat monoton. Namun bila warna-warni terbut dicampur, dikombinasikan, dan disatukan..wow!! Alangkah indahnya terlihat mata bangsa kita ini. Ya, semoga saja pelan-pelan tapi pasti kesadaran itu boleh muncul. Untuk penulis.. Saya senang sekali bisa membaca tulisan Anda. Teruslah menulis, menginspirasi dan memberikan harapan bagi banyak orang melalui bakat menulis Anda :)

  • peyek // Februari 23, 2007 pada 12:22 pm | Balas

    blogwalking
    salam kenal

Tinggalkan sebuah Komentar