Yeah! Hari ini, Kamis, 5 Juli 2007 adalah hari penghabisan masa-masa saya di SMA. Sejak bertapa mulai dari lima bulan yang lalu, hari inilah hari yang benar-benar membebaskan karena hasil dari curahan keringat darah saya selama ini benar-benar dapat saya tuangkan seutuhnya di lembar jawaban SPMB, terlepas dari bagaimana kelak hasilnya. UN dan UAS menurut saya jika dibandingkan dengan perjuangan di SPMB tidak ada apa-apanya. Setelah melaksanakan UN dan UAS, hasil sudah dapat diketahui dengan pasti: “lulus”. UN dan UAS penuh dengan kisi-kisi soal layaknya sebuah institusi yang ketakutan anak didiknya tidak lulus. Sebaliknya, SPMB penuh dengan perjuangan yang saya ibaratkan dengan “keringat darah”, karena memang untuk mempersiapkan diri demi SPMB dibutuhkan ketekunan, ketahanan, dan kerajinan tingkat tinggi.
Untuk merayakan hari dimana akhirnya saya bisa “menutup buku SMA”, saya ingin membagikan strategi belajar yang telah saya terapkan selama ini untuk persiapan SPMB. Strategi ini saya anggap sangat efektif sehingga saya sangat berharap supaya teman-teman yang tahun depan akan mengikuti ujian SPMB dapat memiliki arahan dan pandangan yang lebih jelas untuk mempersiapkan yang terbaik demi mengahadapi SPMB kelak.
Sebelum membaca lebih jauh, tanyakan terlebih dulu kepada diri anda:
1. Apakah anda memiliki kemauan keras untuk masuk perguruan tinggi negri?
2. Apakah anda mempunyai ketekunan, ketahanan, dan kerajinan yang tinggi?
Jika jawaban dari kedua atau salah satu pertanyaan tersebut adalah TIDAK, JANGAN teruskan membaca tulisan ini, karena akan sia-sia.
Jika jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah YA, LANJUTKAN membaca tulisan ini karena sangat mungkin anda akan mendapatkan sesuatu didalamnnya!
Alasan yang patut dipertimbangkan untuk mengikuti SPMB:
1. Memasuki Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia
2. Melanjutkan perjuangan ketika UN dan UAS. Anda sudah berlatih banyak soal mat, fisika, kimia, dsb. Anda sudah punya dasar konsep. Tinggal berlatih banyak soal saja, tanpa harus berlelah membalik-balik buku teks, anda akan mendapatkan pengertian yang lebih sempurna dari pelajaran tersebut. Akan sangat sayang jika sudah punya dasar yang kuat tetapi dasar tersebut tidak diruncingkan untuk menembus SPMB. Mengikuti SPMB sama dengan menghargai diri anda sendiri, menghargai usaha anda selama tiga tahun berjuang di SMA.
*Saya sangat tidak merekomendasikan untuk anda yang ada di jurusan IPA mengikuti ujian SPMB jurusan IPS karena itu berarti anda tidak menghargai diri anda sendiri. Tidak menghargai perjuangan anda sendiri. Sulit dibayangkan orang IPA yang belajar IPS selama beberapa bulan melawan orang yang 2 tahun belajar IPS*
Sekarang saya akan jabarkan perbandingan antara perguruan tinggi negri dan perguruan tinggi swasta:
KEUNTUNGAN Perguruan Tinggi Swasta:
1. Masuknya mudah
2. Lokasi bisa dipilih yang dekat dengan rumah
3. Anda sudah terbiasa dengan lingkungan perguruan tinggi tersebut
4. Anda dapat beramai-ramai dengan geng anda memasuki perguruan tersebut
5. Anda tidak perlu mengeluarkan keringat darah demi persiapan SPMB
KEUNTUNGAN Perguruan Tinggi Negri:
1. Diri anda mendapat kebanggaan tersendiri
2. Anda berkesempatan bergaul dengan orang-orang pilihan; jelas, karena jika anda sendiri dapat masuk ke PTN melalui jalur suci, yaitu jalur SPMB, anda termasuk salah satu dari sekian banyak orang-orang terpilih
3. PTN favorit memiliki kualitas pendidikan yang jauh diatas PTS
4. Lulusan PTN lebih diutamakan ketika mencari kerja, karena dianggap orang pilihan
5. PTN memiliki nama terhormat, sehingga cenderung lebih dilirik oleh event-event yang imbasnya dengan mengikuti event tersebut dapat menambah pengalaman anda
KERUGIAN Perguruan Tinggi Swasta:
1. Orang-orang di kampus anda hanya sebagian yang layak untuk anda jadikan teman. Orang-orang yang malas dan bermental cacing bisa membahayakan jalannya pendidikan anda
2. Karena tidak lewat jalur SPMB, anda tidak terlatih untuk bekerja keras yang imbasnya bisa mempengaruhi mental dan masa depan anda
3. Tidak mempersiapkan diri untuk SPMB juga bisa berpengaruh kepada dasar-dasar pelajaran yang telah anda peroleh selama di SMA, menjadikan anda kurang mantap untuk menerima pelajaran yang lebih tinggi
4. Biaya lebih mahal dibandingkan PTN
5. Fasilitas PTS cenderung kurang lengkap dibandingkan PTN
KERUGIAN (untuk sebagian orang ini dianggap keuntungan) Perguruan Tinggi Negri:
1. Anda mungkin akan tinggal jauh dari tempat asal, sehingga harus pandai-pandai menyesuaikan diri dan hidup mandiri
2. Anda akan mengeluarkan keringat darah demi SPMB
3. Anda tidak akan menikmati hura-hura setelah lulus dari sekolah
4. Selain keluar keringat darah, mental akan tertekan, sehingga dibutuhkan daya tahan yang tinggi
5. Kualitas PTN yang baik akan menjadikan masa-masa kuliah anda layaknya jalan menanjak dan berbatu tajam
Demikian pendapat saya mengenai untung-rugi PTS dan PTN. Silahkan anda pertimbangkan lebih lanjut. Meskipun demikian, saya juga mengakui ada PTS yang berkualitas baik tetapi menurut saya, sebaik-baiknya PTS, jika dibandingkan dengan PTN favorit tetap saja memilik jeda yang cukup jauh. Faktor utama yang menentukan hal tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa yang mengisi perguruan tinggi tersebut, lewat jalan darah atau jalan leha-leha?
Setelah mengetahui latar belakangnya, kini saatnya masuk ke strategi. Berikut tahap-tahap yang saya rekomendasikan untuk dipertimbangkan: Tahap-tahap ini disusun berdasarkan tingkat kepentingannya (nomor terkecil memiliki tingkat kepentingan tertinggi)
I. Mental Perang
“Jika anda yakin akan menang, majulah perang. Jika anda tidak yakin akan menang, mundurlah terlebih dulu untuk menyusun kekutan, jika anda sudah merasa yakin menang, majulah kembali.” – ditulis dalam kitab Sun Tzu, Art of War <– kalimat ini dikutip oleh BTA juga loh!
Hidup tidak hanya dengan makanan saja, hidup harus ada semangat untuk menjalaninya dengan sebaik-baiknya, demikian dengan SPMB. Untuk dapat mempersiapkan yang terbaik mengahadapi medan perang SPMB, anda harus membangun mental yang tangguh. Berikut langkah-langkah membangun mental anda:
1. Tetapkan tujuan-tujuan yang menjadikan anda layak untuk persiapan mati-matian menghadapi SPMB. Jangan jadikan “lulus SPMB” satu-satunya tujuan, memang betul “lulus SPMB” adalah tujuan utama anda, tetapi anda juga harus memiliki tujuan-tujuan lainnya seperti: “Walaupun tidak lulus SPMB, saya memang ingin belajar mati-matian sebagai review secara menyeluruh belajar saya selama di SMA, sehingga kelak tidak gengsi jika ditanya adik kelas, bisa jadi guru les, dan yang paling penting bisa jadi modal utama untuk kuliah di PTS. Lumayan lah, kalau tidak masuk PTN, dapat cum laude di PTS kan oke juga.”
2. Datangi PTN impian anda, supaya anda melihat sendiri megahnya PTN tersebut, betapa nyaman dan indah jika dapat belajar di PTN tersebut. Dengan begini, anda akan memiliki tujuan yang jelas, dan inilah yang akan mendorong anda supaya dapat bersemangat belajar demi memasuki PTN tersebut
3. Hindari sementara bergaul dengan teman-teman yang tidak mau mempersiapkan diri sungguh-sungguh mengikuti SPMB, perbanyak bergaul dengan teman-teman yang memiliki kemauan keras dan semangat belajar yang tinggi seperti anda
4. Jangan terpana dengan nilai-nilai Try-Out di bimbel. Nilai jelek bukan berarti anda gagal, tetapi anda harus lebih keras lagi berusaha. Nilai bagus bukan berarti anda lulus, tetapi anda harus berhati-hati jangan sampai nilai bagus melemahkan semangat belajar anda; karena Try-Out bimbel sesungguhnya hanya mengulang-ulang soal SPMB tahun-tahun lalu yang soalnya pasti akan berbeda dengan soal SPMB yang akan anda hadapi kelak.
II. Rajin
SPMB bukan untuk orang pintar, tetapi untuk orang yang rajin. Orang pintar tetapi malas tidak akan berhasil di SPMB. Orang kurang pintar tetapi rajin mempunyai kemungkinan besar untuk lulus di SPMB, ini telah terbukti selama bertahun-tahun. Sebelumnya saya mengatakan, ”Di PTN, anda akan bergaul dengan orang-orang pilihan,” orang pilihan yang saya maksudkan adalah orang-orang yang berpotensi untuk menjadi sukses di masa mendatang, dan faktor utama untuk menjadi sukses adalah kerajinan, bukan kepintaran.
Jadi, rajin adalah hal yang sangat dibutuhkan agar anda mengerjakan banyak soal latihan SPMB. Banyak soal harus diartikan “beribu-ribu soal”, bukan hanya “beratus-ratus.” Saya pribadi kurang lebih sudah mengerjakan “belasan ribu”.
Rajin disini jangan diartikan “rajin ikut bimbel”, karena saya merasakan sendiri kalau ikut bimbel bukan sesuatu yang harus dilakukan demi lulus SPMB. Saya mengikuti bimbel yang mendapat bintang penghargaan, dan saya merasa pengajaran gurunya kalah jauh dibanding dengan jika saya belajar sendiri (strategi belajar ada di bawah). Anda tidak ikut bimbel tidak apa-apa, yang penting anda pelajari soal-soal bimbel dan pembahasannya ditambah ribuan soal lainnya dari buku-buku yang banyak beredar (untuk lebih jelasnya akan anda baca di bawah). Anda harus rajin menanyakan kepada teman-teman anda yang ikut bimbel, “Sudah paket soal Fisika nomor berapa fren? Sudah kelar dibahas gurunya? Oke kalau gitu gw fotokopi ya paket soal Fisika 1 – 5, Kimia 1 – 4, dan Mat IPA 1 – 3. “
III. Strategi
Kerajinan layaknya lengan yang kuat, strategi yang baik dan tertata rapi layaknya kapak yang tajam. Dengan lengan yang kuat dan kapak yang tajam akan sangat mudah memotong pohon besar sekalipun.
Pertama-tama, aturlah waktu dengan sebaik-baiknya. Mulai perhatikan jam belajar yang ideal untuk anda. Mungkin anda cocok belajar saat baru bangun tidur dan setelah tidur siang, lakukan itu. Targetkan jam belajar perhari, misalnya minimal dalam sehari belajar 5 jam, atau minimal dalam sehari mengerjakan 100 soal. Persiapan SPMB selama dua bulan saja tidak cukup. Baiknya, anda melakukan persiapan SPMB sejak anda bersiap menghadapi UN dan UAS. Artinya, selain anda berlatih mengerjakan soal-soal UN atau UAS, anda berikan tambahan latihan mengerjakan soal-soal SPMB, karena inti pemahamannya sama, hanya model variasinya yang berbeda. Bagaimanapun yang terpenting itu pemahaman kita akan konsep.
Sebelumnya saya menyebutkan bahwa anda harus rajin berlatih beribu-ribu soal, tetapi anda harus tahu, darimana mendapat soal-soal latihan yang efektif untuk persiapan SPMB? Langkah pertama, anda harus jelajahi berbagai macam toko buku besar, baik itu yang dekat dengan rumah, sampai yang jauh sekalipun. Jangan malas mencari buku, camkan pepatah “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negri Cina.” yang artinya dalam mencari ilmu harus sampai yang paling jauh sekalipun, jangan sampai anda tidak mendapatkan buku bagus yang layak anda jadikan teman berlatih hanya karena “Stoknya habis di toko buku ini.”, “Sudah dicari tapi tidak ketemu tuh”. Saya pribadi sudah mendatangi empat toko buku besar demi mencari buku-buku yang bagus untuk dipelajari.
Lanjut, buku macam mana yang harus dicari? Carilah seri buku kumpulan soal-soal SPMB yang jumlahnya ribuan, seperti “1001 Soal dan Pembahasan Siap Sukses SPMB karangan Bob Foster”, atau “Menaklukkan 1000 Soal Biologi terbitan Kreasi Wacana.” Untuk mendalami tiap bab suatu pelajaran, belilah buku-buku semacam ini karena soal-soalnya sudah dikelompokkan dalam suatu bagian-bagian sehingga anda terkonsentrasi untuk memahami suatu bab lebih dalam. Jangan beli buku kumpulan soal-soal SPMB tahun 2005, 2006, dsb di awal-awal karena paket soal SPMB tidak bisa membuat anda mengerti suatu pelajaran per-bab secara mendalam. Jangan pula membeli buku-buku yang hanya berisi rumus atau soal-soal saja tanpa ada pembahasan karena mubazir anda menghafal rumus tetapi tidak tahu aplikasinya, mubazir juga mengerjakan soal tetapi toh anda tidak tahu kalau salah bagaimana cara yang benarnya, anda kan sedang belajar, bukan tes, jadi harus tahu kenapa salah dan cara bagaimana benarnya sehingga tidak salah lagi.
Terlihat disana buku BTA hasil fotokopian, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak BTA Group karena secara tidak langsung saya mengikuti bimbel tersebut tanpa pernah hadir di kelasnya. Bagaimanapun saya yakin kalau mendapat ilmu pengetahuan yang murah adalah hak asasi setiap orang, tinggal bagaimana kita yang menanggapinya; mau belajar dengan sungguh-sungguh atau malas-malasan saja? Alasan itu pula yang membuat saya ingin membagikan pengalaman saya kepada teman-teman sekalian.
Belajar yang efektif adalah melakukan kesalahan dan segera mengetahui salah dimana dan benarnya apa. Karena itu pula saya menyarankan anda membuat pembatas buku, sehingga setiap anda selesai mencoba mengerjakan satu soal, anda langsung balik untuk lihat pembahasannya sehingga jika salah jadi tahu yang benar, jika sudah benar jadi tahu cara alternatifnya seperti apa. Selalu coba dulu kerjakan suatu soal tanpa melihat pembahasan, jika sudah mentok baru lihat pembahasannya.
Tips untuk pelajaran Mat, Fisika, Kimia:
1. Beli buku kumpulan soal dan pembahasan
2. Cari buku yang berisi rumus ringkas tetapi lengkap dan jelas
3. Coba kerjakan soal tanpa melihat pembahasan, boleh dengan bantuan rumus tersebut. Jika mentok baru lihat pembahasan.
4. Utamakan mengerti rumus. Jangan menghafal rumus yang rumit. Hafallah rumus yang simpel, kemudian mengertilah cara-cara penurunannya menjadi rumus yang lebih rumit. Tetap pilih cara yang panjang tetapi dengan rumus yang simpel daripada cara pendek dengan rumus yang rumit supaya anda mengerti jika diberikan soal yang bervariasi.
5. Lakukan terus sampai anda mengerjakan beribu-ribu soal, lama-kelamaan anda akan bosan dan jadi mengerti soalnya
Tips untuk pelajaran Biologi:
1. Beli buku kumpulan soal dan pembahasan, tetapi periksa dulu pembahasannya, apakah cukup lengkap? Pembahasan Biologi yang baik adalah pembahasan yang mengembangkan dari soal yang ada
2. Coba kerjakan soal dengan pemikiran anda sendiri. Jika sudah, cek jawaban anda di bagian pembahasan dan pelajari sampai tuntas konsep yang dikembangkan dalam pembasahan tersebut sehingga anda mengerti sedalam-dalamnya.
3. Lakukan terus sampai anda mengerjakan beribu-ribu soal, lama-kelamaan anda akan bosan dan jadi mengerti soalnya
Tips umum: Jangan pernah membenci salah satu pelajaran. Oke anda tidak begitu tertarik dengan salah satu pelajaran, tapi jangan dibenci, tetap pelajari tetapi mungkin porsinya lebih sedikit dibanding pelajaran yang anda suka. Yakini bahwa belajar mata pelajaran apapun pasti akan berguna kelak. Saya pribadi terfokus belajar Matematika dan Fisika. Pelajaran Kimia dan Biologi saya pelajari juga secara menyeluruh, tetapi dengan porsi soal hanya separuh kurang dari porsi Matematika dan Fisika.
Anda sudah membeli buku-buku “Soal dan Pembahasan SPMB”, tetapi itu masih tidak cukup. Segera fotokopi soal-soal latihan teman anda di bimbel-bimbel bermutu, tentunya fotokopi soal yang sudah ada pembahasannya supaya anda mengerti. Soal-soal di bimbel cukup relevan karena biasanya bimbel melakukan analisis soal dan memberikan latihan soal-soal pilihan. Sekali lagi jangan terpaku hanya kepada satu orang, jika soalnya tidak lengkap, cari teman lain yang lengkap.
IV. Finishing Touch
Anda sudah 4 bulan dan 20 hari belajar untuk persiapan SPMB, waktu tinggal 10 hari lagi, jangan jenuh dulu! Anda tetap harus berlatih soal-soal, tentunya sudah bukan soal yang dibagi per-bab lagi, tetapi soal-soal paket UMPTN tahun 89 sampai SPMB terakhir. Banyak sekali macam buku yang beredar, cari buku yang memiliki soal UMPTN lengkap dari tahun yang paling lama (89) sampai yang terbaru, perhatikan juga pembahasannya, apakah cukup jelas atau hanya asal-asalan saja. Jangan ragu membeli lebih dari satu buku. Sekali lagi, jangan jenuh di saat-saat mendekati SPMB, tentu anda tidak mau jerih payah anda selama 4 bulan dan 20 hari terbuang sia-sia bukan? Hargai diri anda! Teruslah berjuang hingga tetes darah penghabisan sampai tiba saatnya SPMB nanti. Jika sudah selesai melaksanakan ujian SPMB dengan sepenuh potensi yang sudah anda usahakan dengan keringat darah, apapun hasilnya, lulus atau tidak lulus, anda tidak akan merasakan penyesalan, karena anda sudah melakukan yang terbaik!
“Tidak ada yang mustahil yang orang yang mau.” – dikutip dari akhiran soal mat BTA Intensif hasil fotokopian.
Jika anda ingin melihat beberapa foto buku-buku yang direkomendasikan, silahkan lihat disini
Sekian yang bisa saya bagikan ke teman-teman sekalian. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi dan penyemangat anda menghadapi SPMB yang akan datang! Semangat Selalu!
16 tanggapan so far ↓
yocha // Oktober 5, 2007 pada 9:54 am |
Wah ide anda benar-benar brilian gw sangat tertarik membacanya..
gW berharap jikatahun depan saya mengulang, gw dapat lulus dan tentunya diridoi m YAng Di Atas..
Doakan gw ya..
eeng // Oktober 29, 2007 pada 11:59 am |
bagus juga tu,moga ntar gw bisa lulus spmb besok…amin…
benbego // Oktober 29, 2007 pada 5:10 pm |
tipsnya oke juga tuh. boleh disharing ngga sama yg lain?
dazzle // November 18, 2007 pada 7:36 am |
bisa kasih tips lainnya? tapi tipsnya OK BGT
renando // November 25, 2007 pada 8:28 am |
dWuh,,,bgs bgt saraN2 nya,,,,,
gw mw naNya niiii,,,,gw ngga tw apa jur yang bgs,,,yang gw tw jur. yang bgs adalah akutansi,,,,tp skarang jur gw ipa,,,g mna dUNNN
lia // Maret 1, 2008 pada 10:25 am |
Aq stju bgt,dsr ank2 ipa ga tau diri, bsnya ngrmpok lahan ank ips, bwt ap bljr mati2an klo ujng2nya ngmbl kul. jrsn ips? ga da gna nya kan?
dina // Maret 28, 2008 pada 6:25 am |
yg aku tau selain rajin,pintar n teliti juga karena ada org dalam yg bantuin ma uang kali
pinkull // Mei 5, 2008 pada 3:28 pm |
hmm.. untuk yang masalah kerugian kuliah si swasta karena fasilitas kurang lengkap daripada di negeri sepertinya salah besar
laboratorium sofware perangakat lunak di sebagian besar universitas negeri yang pernah saya kunjungi saja jumlah komputernya sangat tidak memadai
ditambah bkomputernya tidak memakai layar LCD seperti kebanyakan universitas si swasta
apalagi koneksi internetnya lama
mungkin seperti 50kpbs!
download juga lama
gimana univ negeri bisa maju kalau IT systemnya payah?
tapi utk ITB dan UI, mereka bagus!
Jamaludin // Mei 13, 2008 pada 11:56 am |
Mau tambahan strategi lulus SPMB yang lebih menyenangkan dan menarik? Dapat CD promo Xpedia,,…GRATIS lagi, dan langsung dikirim ke rumah kamu.
Datang aja langsung ke situs ini http://www.zeniusxpedia.com
Buruan, mumpung masih ada persediaan…
NYMAS // Mei 29, 2008 pada 2:54 am |
ok
eki tirtana // Agustus 21, 2008 pada 7:47 am |
trik2 u utk spmb sungguh maknyus
rahman hakim // November 24, 2008 pada 6:55 am |
gue seneng2 j thx y dh nyemangati q heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Mas Sonny // Februari 18, 2009 pada 2:30 am |
Tulisan anda ada benarnya tetapi lebih banyak ngawurnya terutama ketika anda mencoba mendeferensiasikan keuntungan dan kerugian masuk PTN dan PTS. Tampaknya anda sama sekali tidak memahami tentang seluk beluk PTs. Kalau anda tahu, banyak PTS yang jauh lebih bermutu daripada PTN. Anda juga harus tahu bahwa sejak tahun 1987 pemerintah RI telah menerapkan konsep pembinaan tungal antara PTN dan PTs. Artinya secara filosofi antara PTN dan PTS itu ndak ada bedanya kecuali mutu dan kualitasnya. Ada PTN yang bermutu tetapi tidak sedikit PTS yang jauh lebih bermutu : Sebut untuk contoh U Trisakti Jkt, U Paramadhina JK, Universitas Muahmmadiyah Malang (UMM- Malang) U*niversitas Muhammadiyah Surakarta (jawa tengah) UII Yogyakarta, dn masih banyak lainnya> buka lebar-lebar mata anda sebelu menjelaskan kepada khalayak, karena nda akan menjerumuskannya.
bucco // Maret 14, 2009 pada 3:14 am |
saran2 anda bgus, tp syang ko’pke ada acra nyinggung PTS sgl, cz mnrt sy mngkn krn anda krng buka wa2san anda ttg pts. realitanya bnyak alumnus2 pts yang bersaing dg alumnus ptn ktk merka terjun d masyarakat,:
INGAt: sukses itu intelk kurang dr 20%slbihnya emosi, so wlwpn anda lulus dr ptn dg IP 4,00 tp jk anda tak miliki kcrdsn emosi yang cukup, sy g ykin anda sukses, klwpun anda ditrima di prshaan top ga akan bertahan lama
chaessar // April 29, 2009 pada 8:32 am |
sweeeeeeeerrr…
tulisa tulisan lo tuh bagus bagus bgt…!!!
bolekah aku jadi temanmu???
gw pengen kenal lo bgt!!!
azizah // Juni 21, 2009 pada 6:17 am |
bagus banget artikelnya